Wahai Saudaraku Se-Iman Dan Se-
Islam.Hati-hatilah dalam membuang air
kecil, Karena banyak orang tersiksa
di dalam kubur akibat air seni.
Rasulullah saw menasehati kita.
Bersabda rasulullah saw :
''Hati-Hatilah dalam membuang air
kecil (air seni) karena banyak
orang tersiksa di dalam kubur
karena tidak berhati-hati dalam
membuangnya''.
Untuk itu berhati-hatilah dalam
membuang air kecil. Kebanyakan kalangan pria
yang membuang air seni dengan
cara berdiri.
Islam.Hati-hatilah dalam membuang air
kecil, Karena banyak orang tersiksa
di dalam kubur akibat air seni.
Rasulullah saw menasehati kita.
Bersabda rasulullah saw :
''Hati-Hatilah dalam membuang air
kecil (air seni) karena banyak
orang tersiksa di dalam kubur
karena tidak berhati-hati dalam
membuangnya''.
Untuk itu berhati-hatilah dalam
membuang air kecil. Kebanyakan kalangan pria
yang membuang air seni dengan
cara berdiri.
Saya sendiri pernah melihat teman
saya yang membuang air kecil
dengan cara berdiri,karena pada
saat itu saya tidak sengaja
melihatnya. Setelah iya selesai
dengannya,
Lalu saya bertanya kepadanya :
''Wahai temanku,janganlah engkau
kencing dengan cara berdiri
karena banyak orang tersiksa
dalam kubur gara-gara tidak
berhati-hati dalam membuang air
kecil,dan allah swt melaknat orang
yang kencing dengan cara berdiri,
Kencinglah dengan cara jongkok
agar air seni itu tidak
memuncratkemana-mana.
Iya menjawab :
hai temanku,kencing dengan cara
jongkok-kan itu bagi
perempuan,nanti aku jadi
perempuan lagi...
Inilah jawaban temanku itu.
Astaghfirullah,
Sesungguhnya jika iya tahu akan
siksa kubur itu,niscaya iya tidak
akan kencing dengan cara berdiri.
Kencing dengan cara berdiri akan
membuat air seni itu memuncrat
kemana-mana.
Air seni yang terkena pakaian
maka akan menjadi najis baginya.
Dan jika ia melaksanakan
shalat,pastilah shalatnya takkan
diterima allah swt.
''Allah swt tidak akan menerima
shalat seseorang,kecuali dalam
keadaan bersih''
(Hadist Riwayat at-Thabrani dan
Al-Hakim).
Oleh sebab itu janganlah biasakan
kencing dengan cara berdiri.
Kencing dengan cara berdiri
adalah perbuatan orang nasrani.
Janganlah engkau mencontoh-
contoh gaya hidup mereka.
Karena gaya hidup mereka
semuanya tidak ada yang
berpahala, bahkan mendapat
dosa.
Ingatlah bahwa kebersihan itu
sebagian dari iman. Sebuah pesan
(Nasehat) untuk terkasih. Dari
kekasih untuk yang terkasih.
。Sabda Rasulullah SAW ;
"Siapa yang menyampaikan satu
ilmu dan orang membaca
mengamalkannya maka dia akan
beroleh pahala walaupun sudah
tiada."(HR. Muslim).
Salah satu yang menyebabkan orang disiksa kubur ini adalah
karena orang tersebut tidak bisa menjaga kesucian alias tidak bersih dari Najis
yang disebabkan karena percikan air kencing.
1.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Ibnu Majah:
“Kebaanyakan siksa kubur adalah dari air kencing”
“Kebaanyakan siksa kubur adalah dari air kencing”
2.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Muslim:
“Sesungguhnya kedua orang ini di siksa kubur bukan karena perkara besar.yang pertama karena tidak menjaga dari percikan kencing….”
“Sesungguhnya kedua orang ini di siksa kubur bukan karena perkara besar.yang pertama karena tidak menjaga dari percikan kencing….”
3.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Daraqutni:
“Bersihkanlah dirimu dari kencing,karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh kencing”
“Bersihkanlah dirimu dari kencing,karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh kencing”
Telah
menceritakan kepada kami [Yahya]
telah menceritakan kepada kami [Waki']
dari [Al A'masy] dia berkata; saya
mendengar [Mujahid] bercerita dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] radiallahu ‘anhuma dia berkata; Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan lalu beliau bersabda:
“Kedua penghuni kubur ini tengah disiksa dan keduanya disiksa bukan karena dosa
besar. Yang satu ini, tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang ini disiksa
karena selalu mengadu domba.” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma
yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua
kuburan tersebut. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan
keduanya selagi belum kering.’ [HR.
Shahih Bukhari: 5592, Kitab Adab]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar